“There’s a Chinese teapot revolving around the sun.” Bertrand Russell
Ini bukan cerita romantika. Percayalah. Sudah seminggu ini aku tak bisa tidur, tak bisa memejamkan mata. Kalut. Setiap kali aku memejamkan mata, semua menjadi liar tak terkendali. Struktur atom, partikel, poci teh yang mengintari matahari, lenyapnya bidadari bidadari, hingga monster spagetti. They’re not some random stuff, they do come into my dream. Tanganku menjadi tak terkendali setiap bersentuhan dengan komputer atau blackberry. Mataku menjadi liar dan mencoba menyerap semua informasi yang ada. Mencoba membuat segalanya menajadi utuh. Melengkapi puzzle terbesar yang pernah aku hadapi. Aku mudah tersulut emosi, kesabaranku begitu tipis.
Ditengah kegilaanku, aku sadar aku sendirian. Tak ada yang mampu memahami dan menjawab sisa sisa puzzle ini. Semakin puzzle itu sempurna, semakin aku tidak puas. Aku mencari orang orang sepertiku di luar sana. Mereka menghilang dan menutup diri. Mereka telah menemukan ketenangan dalam ignoransinya. Mereka mampu terlelap dengan memeluk illuminasi. Tidak seperti aku yang terbakar karenanya.
Semua membaik ketika aku bertemu pria itu suatu hari. Dia berasal dari Oman. Dengan bahasa inggris yang cukup baik dan hidung yang tidak terlalu lancip membuatnya lebih mirip ras kaukasia daripada arab. Dia belum menyebutkan nama aslinya dan lebih nyaman membicarakan betapa besarnya negeri ini sebagai negara muslim. Kami tidak terjebak pada pembicaraan filosofis yang dapat membuat gila. Kami membicarakan sepak bola, kopi luwak, hingga film. Semua mengalir didampingi secangkir teh di hari minggu. Dan segera aliran baru itu semakin deras seiring munculnya sosok sosok baru yang tersatukan oleh iluminasi. Masing masing dengan pola pikir dan kisah yang menarik. Meskipun cangkir teh itu kini didampingi beberapa botol bir dan kopi, ketertarikan kami akan “poci teh” dari Bertrand Russell telah mempersatukan kami.

November 22, 2010 at 6:54 pm
Weeey, kren itu clubnya. Tapi yg lebih keren lagi..fotonya. Motret sendiri tuh, kil?
November 24, 2010 at 2:47 am
@tika
Hehe.. Keren khan?