Dengan penuh keiklasan aku mengumpat sore itu. Matahari baru saja tenggelam dan jalanan chaos karena semua orang berebut ingin cepat sampai di rumah. Dengan AC mobil yang mati aku menembus kemacetan jogja untuk mengambil pesanan figura untuk promo yang dimulai besok pagi. Jam jam ini adalah jam dimana orang masih merasa belum perlu menyalakan lampu kendaraannya dan mempertinggi resiko kecelakaan di jalan. Ya, seperti yang kita bisa ketahui, kecelakaan di jalan paling sering terjadi saat menjelang magrib dibanding jam jam lain.
Tapi AC yang mati, jalan yang macet dan pengguna jalan yang sering seenaknya memotong jalan, belum mampu membuatku mengumpat. Hujanlah yang menjadi penyebabnya. AC mobil yang mati membuatku terpaksa membuka kaca jendela, dan hujan yang turun membuatku tak punya pilihan lain selain menutupnya. Gerah. Macet panjang di lampu merah tak bisa dihindari. Hujan yang tiba tiba membuat semua orang menjadi lebih buru buru untuk sampai ke rumah atau mencari tempat berteduh. Semua…kecuali orang gila di trotoar itu. Yang menengadahkan kepala dan kedua tangannya ke langit. Menyambut hujan. Dan berputar putar diatas trotoar seperti tarian hujan.
Hanya orang gila yang menyukai hujan di saat seperti ini.
Namun tentu kejadian biasa itu tidak akan menggerakkanku menulisnya di blog ini. Seorang gadis berpayung hitam datang dari selatan trotoar. Dia berjalan santai di tengah hujan, dan tersenyum melihat orang gila itu dan ikut berputar sekali, lalu tertawa sambil melanjutkan langkahnya.
Aku termenung, jika orang gila menyukai hujan, maka ia yang waras, dan mampu tersenyum, menari dan tertawa dalam hujan…. pasti lebih gila dari orang gila itu.
Dalam kebencianku ada rasa iri…. wahai engkau yang tidak aku kenal, ajari aku menari dalam hujan. Agar segala kepahitan hidup ini nanti, mampu kusapa. Ajari aku menari di sepanjang tepi sabana….agar aku bisa selalu tertawa sepertimu.

Desember 14, 2010 at 7:12 am
ayolaahh pin..mulailah bersahabat dgn hujan…tohh kamu lum rasakan hangatnya hujan..jgn tll membencinya…mo sampai kapan?