Hope

Hope

Aku masih percaya bahwa cara paling SEHAT untuk menghadapi sakit, adalah dengan berhadapan langsung dengan rasa sakit itu. Bukan dengan menghindarinya. Bukan dengan pergi.

Siapa lagi yang akan menghentikan tangismu saat kau sedih? Siapa lagi yang akan kau gigit dan tampar saat kau marah? Siapa yang akan kau pukul saat kau jengah? ……Aku selalu… ingin menjadi pria terbaik bagimu. Bagi seseorang yang aku sayang. Mungkin aku sudah gagal disaat aku sempat tidak yakin, bahwa orang itu bukanlah dirimu. Semua sudah terjadi. Aku salah memperlakukanmu seperti itu. Tidak seharusnya seorang pria memperlakukanmu seperti itu.

Tentu saja tak mudah bagimu untuk meupakan itu semua. Satu hal, sayang… ketika aku memintamu untuk sedikit demi sedikit melupakannya, itu bukan demi aku. Itu demi dirimu. Kau akan tetap terpuruk jika tak mengubur kenangan buruk itu. Dan aku yakin semua orang yang berfikiran sehat di dunia ini akan mengatakan hal yang sama.

Aku yang sekarang tak memiliki waktu untuk ragu. Mungkin aku akan mencoba untuk tidak menggubris apa yang kau katakan…..disaat kau memintaku untuk pergi bersamanya, disaat kau marah marah, disaat kau tanpa sengaja menyakitiku tanpa sedikitpun kau berniat begitu. Aku menutup telingaku… Dan memberikan yang terbaik yang aku bisa berikan saat ini.

Diamlah, dan tetap disampingku… Jika kau mengizinkan, aku akan mencoba lagi menjadi pria terbaik yang kau miliki.

PS: Next weekend jogging lagi?…..Atau mancing? Jangan ngeyel kalau aku suruh pake sepatu ‘beneran’, lain kali. Love u

 

 

Jakarta

Jakarta

Yay!! VirKill dan yudhi sukses menginvasi Jakarta. Rencana Blitzkrieg kita berhasil. Berikut fragmen fragmennya:

The Blitzkrieg Plan

(Jumat, H-3, percakapan by phone)

VirKill: Oke, here’s the Plan. Kita buat sesimpel mungkin. Kamu naek prameks sore dari Solo ke jogja, kita berangkat malem via kereta ke Jakarta, turun di Pasar Senen. Nyampe sana pagi, kita mandi dan ganti baju di Stasiun, sarapan, hangout sambil berangkat ke Glodok, Malemnya kita tidur di tempat omku di Bekasi, Paginya Pulang…Sounds simple?

Yudhi: Okey….

Turis Gelandangan di Pagi Hari

Minggu Pagi:

Kita baru tau kalau kita bisa turun di Stasiun Kota, which is lebih deket dari Glodok. Setelah mandi dan sholat shubuh di stasiun, kita jalan keluar menikmati indahnya Minggu Pagi di Kota Lama Jakarta. Menghirup udara, merampok oksigen kota jakarta yang konon semakin menipis. Tapi kesan jakarta yang penuh polusi hilang di minggu pagi itu. It’s a beautiful morning. Dan Kami berdua jalan di sepanjang trotoar yang lebar, menggendong travel bag, dan berencana berpura pura jadi turis asing (dan akhirnya kami sadar bahwa wajah pribumi ini tak akan mampu mengelabui siapapun. Apalagi dengan logat Jowo-nya). 

Akhirnya ketemu juga warung kopi! Disitu kami bedua ngobrol tentang banyak hal.  Karena waktu masih banyak, kita putuskan untuk jalan kaki sambil berharap nyasar ke LTC glodok. Nyampe di perempatan deket Stasiun Kota ternyata disitu salah satu pusat distribusi koran di Jakarta. Aku putuskan untuk berhenti sejenak , baca koran dan minum teh. Tsaah, kyk hidup gak ada utang aja….

Setelah, mengulang sempurna kejadian Manila dengan Satpam Glodok Plaza, atas petunjuk dari Rydisa akhirnya kami memutuskan untuk naek Taksi ke LTC. 

Viva La cube

Nyampe di LTC, kami menuju foodcourt dan mencoba Nasi goreng seafood. Sebagai kritikus nasi goreng, bisa dikatakan bahwa nasgor di tempat itu bernilai dibawah rata rata. Seperti biasa, setelah makan, acara dilanjutkan dengan cube race secara brutal. Dua pria berwajah oriental di meja sebelah sesekali melirik kami (belakangan ketauan bahwa mereka adalah cuber juga yang ikut event tersebut). Menjelang siang, wajah wajah mulai berdatangan. Andy, Erry, dd crow, Arnold, dan terakhir…Abel Brata.

 

Demo Solve

Arnold sebagai koordinator acara memberikan briefing singkat mengenai rundown acara, regulasi WCA, tata cara penjurian, alur lomba, dll. Berikut cuplikannya:

Arnold: Sebelum lomba akan ada acara sambutan dan Demo solve. 

VirKill: Humm… Okey

Arnold : nanti akan ada demo speed Abel brata vs dd Crow.

VirKill: Humm…interesting

Arnold: Setelah itu nanti demo dilanjutkan dengan One Handed Solve, Relay 2×2x2 + 3×3x3 + 4×4x4, Blindolded, Multi Blindfolded, yang semuanya dilakukan oleh VirKill.

VirKill: WHATT?!!??

Setelah tarik ulur akhirnya multi Blindfolded dihilangkan. Berikut salah satu fotonya:

Blindfolded Solve

Blindfolded Solve

Competition

It’s FUN! Meskipun capek jadi score taker, akhirnya bisa dapet juga podium. Here’s the result:

Result 2×2×2
1. Arif (VirKill) Best 9.03 detik Average of 5 11.22 detik 
2. Yudhi (Begex) Best 9.50 detik  Average 0f 5 11.75 detik 
3. Arnold (Verexian) Best 13.44 detik Average 0f 5 28.56 detik 

Result 3×3x3
1.Yudhi (Begex) Best 16.78 detik Average of 5 18.24 detik 
2. Didik (dd crow) Best 20.61 detik Average of 5 21.88 detik 
3. Arief Yulian (VirKill) Best 21.43 detik Average of 5 25.13 detik 

Perjalananku sama Yudhi akhirnya bisa memborong Podium Juga dari belasan peserta. Hihihi…

The Giants

Berbekal voucher senilai lebih dari setengah juta hadiah lomba, VirKill, Yudhi, dd, Vertex, dan steven kalap di Giants. Akhirnya masing masing pulang dengan membawa jaket/ Sweater kemenangan dan lots lots of food. Berikut pose aduhai kita di dalam Giants

 

The Three mas Kenthir

The Three mas Kenthir

Dd’s Studio

Sebagai Musisi, hidupnya gak jauh jauh dari musik, setelah makan malam di Gajah Mada nebeng mobilnya Vertex (Thanks, vex), kami berdua (VrqL and Yudhi) memutuskan untuk tidur di tempet mr.dd (Kemaleman ntuk balik ke Bekasi). Dan mengingat kita bertiga adalah cuber kronis, dengan badan capek dan mata 0,5 watt masih aja race sampai midnight.

Cube meeting Taman Anggrek

Mengingat hari minggu kami gak sempet bercengkrama karena disibukkan kompetisi, senin ini akhirnya diptuskan untuk cube meeting di foodcourt taman Angrek. Pesertanya adalah Jo Charles, dd, Yudhi, Virkill, vertex, dan Abel. Akhirnya terpuaskan juga hasrat race bareng Abel dkk meliputi 3×3x3 speed, One Handed race, dan bahkan Blindfolded Race….Thanks Bel…

Ryoku

Ryoku

Ryoku

Ada cerita lucu dan sedih tentang keponakanku yang ini….

 

to be contonued…

 

Suatu Ashar

Suatu Ashar

Suara cetak-cetek menggema di segala sudut ruang tamu kost si tatski. Dia duduk di sampingku, mainan hape.  Ini adalah sabtu sore,langit sedang baik hati, dan aku baru aja pulang dari Taman Pintar presentasi ttg Indonesia Open 2009 (KOmpetisi Rubik Internasional).  Sementara si bebek sudah sejak siang tadi pulang kantor…. Sepertinya dia bosan.

 

“Aku bosan” (Humm, bener kan?)

“Bosan kenapa, beb?”, ujarku sambil tetap ber-cetak-cetek dengan rubik.

“Gak, tau….kayak ga ada tujuan hidup…”

“Kok bisa?”

“Gak tau…..taruh dulu dong Rubiknya!

“Oke.” *naruh rubik* “Hummm…. Kenapa ya? Mungkin gini kali. Ini kan sabtu sore pertama sejak entah kapan tauk, kita nggak ada kerjaan. Gak ada kegiatan”

“Oh ya?”

“Iyah….sejak kamu kecelakaan, biasanya tiap saat kita pasti punya acara. Pulang kerja, kontrol ke dokter, ke laundry, belanja bulanan, nyari tas, nyari jilbab,…..nyari maem…..Pokoknya adaaaa aja. Ini sabtu pertama sejak udah lama banget, kita ga ada rencana.”

“Humm….gitu ya? Trus baiknya piye?

“Kita jalan-jalan aja..kemanaa gitu”

*Geleng2*

“Atau nonton…”

*Geleng2 lebih kenceng*

“Ato main rubik di tengah ringroad sambil salto?”

“???!!” (dia ngeluarin pandangan ‘kamu aaaneeeh’ seperti biasa)

“Dan yang pasti, berdasarkan pengalaman…..tiap aku dulu ngerasa kayak gini, pasti….  sekarang kamu belum solat Ashar?

Dia nyengir. Ngelihat jam ruang tamu yang nunjukin jam 5 sore.

“Humm…”

“Sholat gih…”

Errrr….kok malesnya kumat yah…. biasanya enggak, lho” 

“S   h   o    l    a    t   !”

Dan cengirannya makin lebar. Namun tetap tak bergeming.

Fyuh…..aku inget betapa susahnya maksain sesuatu ke Bebek kalau dia emang nggak mau. Padahal kadang suka maksain kehendak. Dia gak mau begituan…. Aku maunya begituan. Duh, jadi aneh gini arah pembicaraannya…..Ya, pokoknya gitulah….salah satu bagian dari dia yang aku harus terima setelah 5 tahun kami jalan bareng. Misalnya, waktu itu kita kesorean habis Rontgen di RS Panti Rapih.  Terpaksa kita mampir sholat di Mesjid kampus UII. Di deket tempet wudhu ada banyak mahasiswa. Si bebek takut ngebuka kepalanya yang mirip unggas masih berambut satu senti itu. Dan lagi dia belum bisa sujud. Malu dilihat orang katanya……Duhh! Gak malu ama yang diAtas?? Akhirnya saat itu dia tetep sholat, dan maksain sujud.

 

 

 

Aku menghela nafas pelan, si unggas masih duduk di sana. Dan nyengir.

“Kamu kan dulu males sholat?…kok sekarang malah maksa maksa sih?”

 

“Aku….. udah sumpah gak akan ninggalin sholat lagi…..sejak kamu koma  waktu itu.” ujarku datar.

Sekejap, senyum dan cengiran itu menghilang dari bibirnya. Bengong sejenak, lalu pelan pelan berdiri dan jalan mundur perlahan menuju kamar. Di pintu ruang tamu, dia berhenti dan nyengir lagi….

“Kamu baik…..”, ujarnya.

 

“Dan kamu botak.”, ujarku.

Cengiran di bibirnya semakin lebar dan bergegas mengambil air wudhu. Kembali kuraih mainan kotak-kotak kecil itu.

*sigh*

Deadly Couple

Deadly Couple

Tatski after crash…nggak banyak berubah. Dia tetep seperti yang dulu, membuktikan kalau otaknya nggak geser-geser amat. Here’s the list…

VirKill: Benci hujan
Tatski: Suka hujan (belakangan pindah ke kubuku, takut dibilang pengkhianat)

VirKill:Benci buncis
Tatski:Suka Buncis

VirKill: Rubik’s cube
Tatski: Boski (Boneka beruang warna putih) dan bebek2 karet

VirKill: Es teh
Tatski: Teh manis

VirKill: lebih suka Lays
Tatski: lebih suka Chitato

VirKill:Nasi lunak
Tatski:Nasi keras

VirKill:Burger
Tatski:Spaghetti

VirKill: Penggemar softdrink
Tatski: Percaya Hoax tentang coca cola

VirKill: Terencana
Tatski: Spontan

VirKill: Jorok
Tatski: higienis

VirKill: Frog prince
Tatski: Duck princess

VirKill:Suka nonton berita
Tatski: Sempet nggak tau kalo Tommy soeharto udah ketangkep…hiyahiyahiya

VirKill: Lebih suka musik Manca
Tatski : Lebih nasionalis urusan musik

VirKill:Jarang nyanyi
Tatski: Sering, dengan lirik lagu banyak salah dan suara (Well, kebayang kan suara bebek kyk apa?)

List ini akan ditambah….(jika inget)

Halaman Berikutnya »